Jelajah Pulo Geulis, Kampung Unik di Tengah Sungai Ciliwung Kota Bogor

Pulo Geulis memiliki berbagai keunikan. Sebuah pulau yang berdiri di tengah Sungai Ciliwung.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Widi
TribunnewsBogorTravel.com
Jembatan menuju Pulo Geulis 

Kini, sudah ada sekitar 2.500 penduduk dari 700 KK.

Pemerhati Sejarah dan Budaya, Abraham Halim mengatakan, saat itu 60 persen penduduk Pulo Geulis beretnis Sunda, sementara 40 persen sisanya adalah penduduk Tionghoa.

Namun dari waktu ke waktu, 40 persen penduduk Tionghoa tergantikan dengan warga pendatang dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Dulu sebelum menjadi pemukiman padat, air Ciliwung jernih sekali, sehingga masih bisa dijadikan sebagai air minum. Ikannya masih banyak. Tapi saat ini sudah tercemar," jelasnya yang akrab disapa Bram saat ditemui TribunnewsBogorWiki.com, Jumat (24/7/2020).

Selain itu di tiap-tiap rumah warga ada halaman luas dan pohon buah. Namun saat ini sudah tidak ada halaman karena pemukiman semakin padat.

Empat tahun belakangan, tembok-tembok di Pulo Geulis dilukis mural bekerja sama dengan Hotel 1O1, pegiat budaya, dan komunitas.

Mural menggambarkan tentang budaya dan sejarah awal mula terbentuknya Pulo Geulis.

"Suatu kebanggaan tinggal di Pulo Geulis karena tidak semua tempat ada daratan di tengah-tengah sungai," ucap Bram.

Memiliki Kelenteng Tua

Vihara Maha Brahma (Pan Kho Bio) yang berada di tengah Pulo Geulis
Vihara Maha Brahma (Pan Kho Bio) yang berada di tengah Pulo Geulis (TribunnewsBogorTravel.com)

Di tengah pulau ini, terdapat sebuah kelenteng tua dan pertama di Kota Bogor.

Yakni Vihara Maha Brahma atau Pan Kho Bio yang dibangun pada abad ke-18.

Vihara Maha Brahma merupakan rumah ibadah yang dianggap sakral dan bersejarah di Kota Bogor.

Kelenteng ini menyatukan keberagaman beragama.

Sebab, selain digunakan sebagai tempat peribadatan umat penganut aliran Tao, Khong Hucu, dan Budha, juga digunakan umat Muslim beribadah.

Kelenteng juga dipakai sebagai tempat ziarah, menyelenggarakan pengajian rutin, dan perayaan hari besar umat Muslim.

Pulo Geulis yang dihuni oleh penduduk dari ragam agama dan kepercayaan, membuat warganya memiliki toleransi tinggi sehingga tercipta kesatuan dan saling menghormati sesama.(*)

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR
36 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved