Menelusuri Kampung Budaya Sindang Barang, Kenalkan Kebudayaan Sunda Kerajaan Pajajaran

Kampung Budaya Sindang Barang sudah ada sejak abad ke-12 dan terpapar dalam Babad Pajajaran

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Widi
Tsaniyah Faidah/TribunnewsBogorWiki.com
Leuit atau Lumbung Padi di Kampung Budaya Sindang Barang Bogor, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogorWiki.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGORWIKI.COM, TAMANSARI - Kampung Budaya Sindang Barang, di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor dibentuk untuk mengenalkan kebudayaan Sunda Kerajaan Pajajaran kepada masyarakat luas.

Mengingat, jika diruntut dari sejarahnya, Kampung Budaya Sindang Barang sudah ada sejak abad ke-12 dan terpapar dalam Babad Pajajaran.

Selain difungsikan sebagai kampung budaya, masyarakat di sini juga masih menjalankan beberapa tradisi.
Kebudayaan Sunda masih tercermin dalam perilaku masyarakatnya sehari-hari.

Misalnya tradisi upacara Seren Taun saat memasuki bulan Muharram.

Tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen mereka dengan cara sedekah bumi atau penyerahan hasil bumi berupa padi.

"Ribuan orang ikut meramaikan upacara syukuran ini," jelas Kokolot Kampung Budaya Sindang Barang, Ukat saat berbincang dengan TribunnewsBogor.com, Rabu (29/7/2020).

Kemudian tradisi angklung gubrag, ritual iring-iringan mengantarkan padi dari pelantaian ke Leuit (lumbung).

Dibuat Menyerupai Perkampungan Sunda Zaman Dulu

Imah Paneungeun yang dihuni oleh para kokolot atau orang yang dituakan
Imah Paneungeun yang dihuni oleh para kokolot atau orang yang dituakan (TribunnewsBogorWiki.com)

Di Kampung Budaya Sindang Barang, tata letak dan model rumah dibuat sama dengan model perkampungan Sunda di masa lampau.

Di sini pengunjung bisa mengenal bentuk rumah-rumah dan kegunaannya.

Misalnya Imah Gede yang lokasinya berada di dataran paling tinggi karena sebagai tempat tinggal Ketua Adat.

Di dataran paling bawah ada rumah Imah Paneungeun yang dihuni oleh para kokolot atau orang yang dituakan.

Masih di satu wilayah yang sama, ada Imah Pangiwa sebagai tempat tinggal para Senopati.

Rumah-rumah di sini dibuat dari bahan dasar yang didominasi kayu dan bambu.

Di Kampung Budaya Sindang Barang, dijadikan sebagai penginapan wisatawan.

Nama-nama Bangunan di Kampung Budaya Sindang Barang

Selain itu juga ada bangunan lain, yakni Leuit yang artinya lumbung padi, bangunan dari bambu tanpa pintu namun hanya memiliki 1 jendela di bagian atasnya.

Kemudian ada Saung Lisung untuk menumbuk padi.

Tepat di sebelah Leuit, ada Bale Pasenggrahan yang biasa digunakan sebagai tempat menginap para tamu raja.

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved