Menengok Vihara Maha Brahma, Klenteng Pan Kho Tertua di Kota Bogor

Klenteng Pan Kho menyimpan banyak sejarah peninggalan Kerajaan Pajajaran. Pemilihan berdirinya tempat ibadah Pan Kho Bio pun tak sembarangan.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Widi
TribunnewsBogorWiki.com
Pengurus Vihara Maha Brahma, Candra di Vihara Maha Brahma (Pan Kho Bio) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogorWiki.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGORWIKI.COM, BOGOR TENGAH - Vihara Maha Brahma (Pan Kho Bio) merupakan klenteng tertua di Kota Bogor.

Letaknya berada di tengah-tengah perkampungan padat penduduk Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Klenteng Pan Kho menyimpan banyak sejarah peninggalan Kerajaan Pajajaran.

Pemerhati Sejarah dan Budaya, Abraham Halim mengatakan, Vihara Maha Brahma ditemukan kembali pada tahun 1703 di zaman Belanda.

Di sini merupakan tempat peristirahatan keluarga Kerajaan Pajajaran.

Pemilihan berdirinya tempat ibadah Pan Kho Bio pun tak sembarangan.

Terdapat dua alasan orang Tionghoa harus membangun klenteng di lokasi berdirinya saat ini.

Alasan pertama karena lokasinya dianggap sakral.

"Ada peninggalan batu besar yang dipercaya sebagai awal mula dijadikan tempat peristirahatan keluarga Kerajaan Pajajaran," jelas Abraham yang akrab disapa Bram kepada TribunnewsBogorWiki.com beberapa waktu lalu.

Alasan kedua dinilai strategis karena terletak di tepi sungai.

Ketika itu, jelas Bram, orang-orang Tionghoa dari Batavia menuju Buitenzorg (Bogor saat ini) menggunakan transportasi air.

"Mereka biasanya bermukim sementara di tepian sungai," ujar Bram.

Isi Ruangan Klenteng

Dewa Pan Kho yang berada di dalam Vihara Maha Brahma
Dewa Pan Kho yang berada di dalam Vihara Maha Brahma (TribunnewsBogorWiki.com)

Umumnya, klenteng didominasi merah dan ornamen naga.

Namun di sini, pada bagian depannya terdapat payung geulis bersusun 2 di kanan kiri pintu.

Payung ini melambangkan unsur kasundaan yang menggambarkan keberagaman di dalam satu naungan.

Naungan itu adalah Bhineka Tunggal Ika.

Tepat di depan pintu masuk, ada hiolo besar untuk menancapkan dupa yang dibakar.

Baru memasuki ruangan, terlihat altar dengan deretan patung para dewa, termasuk Pan Kho.

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved