Cerita Sukses Coffee Toffee, Sebelum Berjaya Pernah Jualan Pakai Gerobak

Coffee Toffee berdiri sekitar tahun 2006 di Surabaya dari sebuah gerobak kecil atau booth seluas 2 x 1,5 meter.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Widi
TribunnewsBogorWiki.com/Tsaniyah Faidah
Suasana Coffee Toffee Pandu Raya, Bogor saat masa pandemi Covid-19 

Laporan Wartawan TribunnewsBogorWiki.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGORWIKI.COM - Coffee Toffee merupakan kedai kopi yang menyajikan minuman olahan kopi dari petani lokal.

Di hampir seluruh wilayah Indonesia, terdapat Coffee Toffee mulai Sabang hingga Merauke.

Tentunya, untuk mendulang kesuksesan ini, berbagai halangan dan rintangan pernah dilalui.

Coffee Toffee berdiri sekitar tahun 2006 di Surabaya dari sebuah gerobak kecil atau booth seluas 2 x 1,5 meter.

Co-Founder Coffee Toffee, Zai Achmad saat itu sempat memiliki 15 booth yang berdiri di depan perkantoran, mall, dan minimarket.

Hanya bermodalkan Rp 5 juta, Zai berjualan kopi dengan konsep take away.

Namun, tahun 2008 menjadi tahun yang berat bagi Coffee Toffee.

Saat itu, penjualannya terus merosot hingga tak mampu menggaji para pegawainya.

Akhirnya, banyak booth yang tutup dan usahanya bangkrut.

Permasalahan itu membuat Zai terus berpikir apa yang menjadi kesalahan yang perlu dibenahi.

Belajar dari gaya hidup minum kopi di beberapa negara luar, ia pun menyadari bahwa di tahun tersebut ajakan "ngopi yuk" berarti "nongkrong yuk".

Manajemen pun mulai berbenah memperbaiki keadaan dengan membuka kios dan disediakan tempat duduk untuk nongkrong.

Pembeli memesan di Coffee Toffee Pandu Raya, Bogor
Pembeli memesan di Coffee Toffee Pandu Raya, Bogor (TribunnewsBogorWiki.com/Tsaniyah Faidah)

Konsep dine in pun diapreiasi oleh masyarakat Surabaya saat itu.

Kemudian tahun 2011, Zai dan rekan foundernya mulai menggapai mimpi dengan membuka coffee shop pertama di Surabaya.

Tak disangka, rupanya sejak itu Coffee Toffee langsung bergerak naik menuju keberhasilan.

Bahkan pada tahun itu juga, sudah mendirikan perusahaan sendiri dengan nama PT Coffee Toffee Indonesia dengan konsep bisnis kedai kopi secara waralaba.

Namun keberhasilan tersebut bukan berarti terbebas dari kendala.

Di awal-awal membuka coffee shop, rasa kopi yang dihasilkan tidak konsisten.

Sebab Coffee Toffee masih menggunakan alat penyeduh kopi yang biasa digunakan di rumah atau perkantoran.

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR
42 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved